Saturday, May 8, 2010

Konsep Load Balancing dan Manfaatnya?

Load balancing merupakan teknik dalam jaringan komputer untuk membagi workload dalam jaringan sehingga beban tidak terlalu berat dalam melakukan forward paket data ke internet.

Tujuan dari teknik load balancing ini adalah untuk mengoptimalkan penggunaan resource dalam jaringan. Dengan teknik ini dimungkinkan untuk pembagian bandwidth yang terbagi dengan rapi dan adil. Ini dikarenakan algoritma pembagian bandwidth diatur secara adil oleh router terhadap, misalnya 3 jenis ISP (Internet Service Provider) yang berbeda. Untuk itu, load balancing sangat tepat digunakan jika ada lebih dari 1 ISP dalam jaringan, yang berguna untuk meningkatkan performa ber-internet ria.

Kapan load balancing digunakan => jika terdapat lebih dari 1 ISP, semakin banyak lebih bagus performa balancingnya

Bentuk load balancing :

load balancing

Dari topologi diatas akan dibentuk, misalnya 3 group yang berbeda. Contoh :
1. paket 1 masuk group 1
2. paket 2 masuk group 2
3. paket 3 masuk group 3
4. paket 4 masuk group 1
5. paket 5 masuk group 2
6. paket 6 masuk group 3

Dari, contoh diatas. Router mengatur algoritma tersebut supaya setiap client yang melakukan proses forwading paket akan ditelaah oleh router sehingga setiap group akan keluar melalui interface-interface pada router yang telah ditentukan.

Analisa E-business Organisasi

Suatu organisasi yang masih berposisi pada brick-mortar stage untuk mengembangkan usahanya dalam menjangkau pasar yang lebih luas maka diperlukan suatu analisa terlebih dahulu. Dikarenakan organisasi yang ingin berpindah dari bisnis konvensional ke e-business tidak akan semudah yang dibayangkan.

Ada tahapan-tahapan yang harus dilakukan oleh sebuah organisasi dalam menentukan strategi yang tepat bagi perusahaannya untuk melakukan e-business. Dalam melakukan suatu analisa diperlukan suatu alat yang dapat dijadikan acuan, untuk itu akan digunakan e-business strategy framework. Dalam framework ini terdapat 3 tahap yang pentig bagi organisasi :
1. Strategic analysis
2. Strategy formulation
3. Startegy implementation

e-business framework

Pada tahap pertama, yaitu strategi analysis maka organisasi harus melakukan analisa terhadap posisinya di dalam pasar yang dituju. Dalam analisa ini dapat digunakan alat-alat pengukur untuk mengukur posisi organisasi: macro-environment, five forces analysis. Kedua alat itu untuk mengukur dari sisi eksternal organisasi. Sedangkan untuk mengukur internal organisasi dapat dilakukan dengan mencari key competencies perusahaan berikut dengan sumber daya yag dimiliki.

Selanjutnya tahap kedua adalah melakukan formulasi dari analisa yang telah dilakukan sebelumnya, meliputi : mencari faktor kunci bagi organiasi yang mana akan memenangkan persaigan jika faktor kunci tersebut ditemukan, kemudian menciptakan suatu nilai yang mana nilai tersebut signifikan dalam perkembangan perusahaan untuk merebut pangsa pasar. Lalu dari hasil analisa tersebut dibuatlah jenis interaksi yang tepat untuk dilakukan oleh perusahaan pada internal organisasi, interaksi dengan supplier , dan interaksi dengan pelanggan.

Tahap yang ketiga adalah bentuk implementasi dari strategi yang telah diformulasikan sebelumnya. Dalam tahap ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti : mendapatkan visi, misi, dan tujuan perusahaan. lalu membuat suatu nilai bagi perusahaan untuk digunakan dalam persaingan, lalu memperhatikan aspek legalitas dan etika dari penerapan e-business (ini maksudnya adalah informasi pelanggan harus diperhatikan tingkat kepentingannya), kemudian aspek sistem pengamanan , lalu implementasi dari e-business ke dalam organisasi.

Ketiga tahap diatas adalah langkah yang harus ditempuh oleh organisasi dalam menciptakan e-business. Kesalahan dalam menentukan strategi e-business akan berakibat tidak efektifnya e-business yang diterapkan untuk menggantikan cara konvensionalnya.

Sistem Pengamanan Untuk E-Business Pada Intelligent Enterprise

Pada hakikatnya sekuriti sesuatu yang mutlak untuk diterapkan dalam perusahaan e-business, hal berguna untuk mengamankan data-data penting perusahaan. Bayangkan jika perusahaan yang berbasiskan on-line, namun tidak menerapkan sistem pengamanan yang signifikan akan berakhir dengan kerugian yang lebih besar dibandingkan dengan investasi sistem pengamanan tersebut.

Dalam sebuah organisasi yang menerapkan pengamanan (e-business), harus mempunyai overview seperti dibawah ini :

overview

Dalam menciptakan suatu IT security diperlukan pembagian pengamanan yang perlu dilakukan oleh organisasi. Ada 2 aspek yang perlu diperhatikan :

Aspek pertama :
- human interaction, aspek ini lebih kepada pengamanan yang dilakukan oleh organisasi

Aspek yang kedua:
- Human-machine interaction
-
crypto protocols
- crypto primitives
ketiga komponen diatas termasuk dalam aspek teknologi, "infrastruktur apa yang harus dibangun untuk melindungi data secara teknologi?.

Namun pada prakteknya, aspek yang kedua lebih mudah diterapkan dibandingkan dengan aspek yang pertama. Dikarenakan manusia, secara dasarnya susah untuk diatur. Untuk itu organisasi harus membuat suatu policy yang dapat mengikat setiap tindakan yang dilakukan oleh karyawan internal perusahaan. Ini dikarenakan setiap celah yang terdapat di perusahaan biasanya dimanfaatkan oleh pihak internal lebih banyak persentasenya jika dibandingkan dengan pihak eksternal. Dengan kata lain human factor lebih penting daripada aspek teknologi itu sendiri dalam melindungi data perusahaan. Oleh karena itu diperlukan adanya security policy di dalam perusahaan.

Elemen-elemen yang terdapat dalam infrastruktur sistem pengamanan organisasi :
- Firewall
- RIDS
- IPSec
- SSL
- S/MIME
- XML

Pengamanan yang dilakukan pada intelligent enterprise, bukan hanya terbentuk pada penggunanan elemen-elemen keamanan yang ada sebagai pengaman. Namun yang perlu diperhatikan disini adalah menciptakan elemen-elemen tersebut sebagai alat untuk mengumpulkan data dari setiap aktivitas user dalam organisasi dan melakukan proses analisa secara berkala dan menterjemahkan ke dalam bentuk kuantitatif untuk dievaluasi lebih lanjut. Hasil evaluasi tersebut akan dijadikan sebuah refer value bagi perusahaan untuk menentukan decision apa yang akan dilakukan selanjutnya.

intelligent enterprise

AAA with Mikrotik + Microsoft IAS(Internet Authentication Service) & Active Directory

AAA with Mikrotik + Microsoft IAS(Internet Authentication Service) & Active Directory

Sekedar ingin sharing knowledge aja. Kebetulan saya mendapatkan kasus seperti ini, jadi saya coba cari tahu apakah mikrotik dapat di-kolaborasikan dengan Microsoft IAS?. Selama ini AAA Mikrotik lebih banyak dipadukan dengan Radius Server yang open source seperti Free Radius.

Setelah saya mencari tahu resource tentang kolaborasi AAA antara mikrotik dengan IAS , maka didapat lah hasil tentang AAA with Active Directory yang sudah dibahas sebelumnya dari wiki http://wiki.mikrotik.com/wiki/AAA_with_Active_Directory). Namun yang dibahas oleh wiki, lebih ke arah penggunaan active directory windows untuk login hotspot. Saya akan menambahkan apa yang sudah dibahas di wiki, yaitu login authenticate dan authorization ke router mikrotik menggunakan active directory Windows.



Topologi Konfigurasi

Berikut adalah tahapan konfigurasi :

1) Pertama kita siapkan mikrotik dengan setting sebagai berikut. Set Radius Client yang akan di arahkan ke Active Directory Server, yang mana dalam hal ini IAS sebagai Radius Server.

[admin@MikroTik] /radius> add service=login,hotspot address=[ip address AD server] secret=123456 authentication-port=1812 accounting-port=1813

2) Kemudian setting pada fitur user di mikrotik, kita akan mencoba membuat dua jenis group user yang berbeda yang mana akan digunakan untuk proses Authorization. Group admin berarti berhak mendapat hak akses admin, sedangkan group viewer hanya untuk mendapatkan hak akses read.

Admin :
[admin@MikroTik] /user group> add name=admin policy=ftp,password,read,sensitive,ssh,test,winbox ,local,policy,reboot,sniff,telnet,web,write

User-Viewer :
[admin@MikroTik] /user group> add name=viewer policy=read,telnet,winbox

3) Aktifkan fungsi use radius agar setiap login ke router, maka router mikrotik tidak hanya melihat database user local namun bisa melihat user di active directory yang dihubungkan dengan radius.

[admin@MikroTik] /user aaa> set use-radius=yes

4) Setelah settingan di Mikrotik selesai, maka kita akan masuk ke dalam settingan Windows. Buatlah suatu active directory lengkap dengan dns local, lalu tambahkan IAS dengan menggunkaan Control Panel => Add or Remove Programs => Add/Remove Windows Components => pilih Networking Services => klik Details => pilih Internet Authentication Servive. (note: untuk DNS caranya sama)

This image has been resized. Click this bar to view the full image. The original image is sized 725x482.


5) Setelah IAS ter-install, selanjutnya adalah konfigurasi IAS yang akan menjadi Radius Server dan dihubungkan ke mikrotik. (note: jangan lupa untuk register IAS ke active directory).

i) Setting Radius Clients :
a. Create new radius clients
b. Masukkan nilai-nilai settingan seperti dibawah berikut, dengan IP address adalah ip router mikrotik yang directly connected ke IAS. (note: shared secret harus sama antara IAS dengan yang di mikrotik)



ii) Setting Connection Requst Policies
a. Create new connection request policy yang baru, kemudian klik next dan pilih custom policy dengan penamaan bebas.

b. Di policy conditions, klik add pilih opsi Client-IP-Address. Masukkan IP Address router mikrotik nya. Connection request policies berfungsi untuk proses authentikasi antara mikrotik dengan Microsoft IAS.

c. Kemudian klik edit, maka jendela edit profile akan muncul. Masuk ke dalam tab advanced dan kosongkan atribut dalam tab advanced



iii) Setting Remote Access Logging
a. Masuk ke remote access logging, kemudian klik Local File. Kemudian akan muncul seperti jendela di gambar bawah ini. Set sesuai value settingan dibawah ini atau jika ada yang mau meng-customnya silahkan.



iv) Kemudian settingan yang terakhir adalah settingan remote access policies. Yang mana settingan ini berfungsi untuk proses authentikasi user dan authorization user.

a. Pertama kita akan membuat authentikasi dan authorization untuk user admin. Create new remote access policy. Pilih custom policy, kemudian penamaan bebas. Lalu klik add untuk pilih atribut dan pilih Windows-Groups atribut, setelah itu pilih group dari domain group yang telah di buat di active directory. Untuk masalah penamaan terserah untuk groupnya, namun yang harus diperhatikan adalah group scope harus global agar Windows-Group yang di IAS dapat membaca group yang telah dibuat di active directory. (note: jangan lupa untuk pilih allow access pada tab dial-in di user account masing-masing)





b.Tahap kedua adalah men-set profile dari access policy. Klik Edit Profile,maka jendela edit Dial-in profile akan terbuka. Lalu uncheck MS-CHAPv2, MS-CHAP, CHAP. Hanya check PAP, SPAP. Pada tab Encryption uncheck No encryption.

This image has been resized. Click this bar to view the full image. The original image is sized 660x463.


This image has been resized. Click this bar to view the full image. The original image is sized 660x468.


c.Tahap ketiga adalah proses authorization. Masuk ke tab advanced, kemudian pada list atribut pilih Vendor-Specific. Lalu klik add dan masukkan value pada Enter Vendor Code 14988 dengan status Yes. It conforms. Kemudian klik configure attribute, maka jendela Connfigure VSA (RFC compliant) akan muncul, masukkan vendor-assigned number dengan angka 3, lalu pada Attribute value masukkan admin (note: attribute value disesuaikan penamaan pada pembuatan group yang ada di router mikrotik yang telah dibahas pada tahap awal).

This image has been resized. Click this bar to view the full image. The original image is sized 776x541.


d.Setelah proses diatas selesai, maka kita telah mendapatkan settingan AAA antara Mikrotik dengan Active Directory + Microsoft IAS. Tahapan diatas saya buat hanya untuk access policy admin. Anda dapat membuat 2 jenis policy yang berbeda dengan 2 group active directory yang berbeda pula.



Demikian sharing dari saya. Bila ada yang kurang jelas, silahkan tanya saja. Kalau ada tambahan input untuk konfigurasi RADIUS bisa posting langsung aja di tutorial ini, agar kita bisa sama-sama belajar networking ke tingkat yang lebih advanced. Sekian, terima kasih.

Note:
- Untuk value assigned number, vendor code, sampai pada value string saya mencari tahu di RFC standard yang mengatur tentang RADIUS mikrotik di IANA dan bantuan wiki mikrotik

- Berikut referensi link-link yang dapat membantu anda dalam meng-explore lebih jauh lagi kemampuan RADIUS untuk dimanfaatkan pada hotspot, ppp, login mikrotik :
i. http://www.iana.org/assignments/enterprise-numbers
ii. http://www.ietf.org/rfc/rfc2865.txt
iii. http://www.mikrotik.com/documentatio...2.9/dictionary


Thanks to om admin dan teman-teman yang uda banyak membantu lewat tutorial & sharing2 nya.

Pengertian VLAN dan Kegunaannya?

VLan (virtual lan) merupakan sebuah grup dari segmentasi dalam lan yang berbasiskan internet protocol. Atau biasanya diartikan sebagai segmentasi IP yang digunakan sebagai pengalamatan komputer.

Dalam pratiknya, jika suatu jaringan dibentuk maka seorang network engineer harus menciptkan pengalamatan yang akan digunakan oleh komputer sebagai alamat jaringan. Namun jika menggunakan switch yang jenis unmanaged(no VLAN supported) maka hanya ada 1 collision domain. Ini sangat tidak efisien sekali digunakan dan mengakibatkan sering terjadinya conflict antar IP yang merugikan user dalam pemakaian resource jaringan. Untuk itu diperlukan suatu segmentasi dalam IP address yang berguna mencegah terjadinya collision domain. Hal ini hanya dapat diwujudkan dengan adanya VLAN yang bertindak seolah-olah ada segmen lain dalam 1 switch. Kegunaan VLAN :
1. Mencegah terjadinya collision domain
2. Mempersempit kemungkinan terjadinya conflict IP yang terlalu banyak
3. Mengurangi tingkat vulnerabilities

cisco 2821

segmen example

Beda Tacit Knowledge dan Explicit Knowledge

Tacit knowledge adalah pengetahuan yang dimiliki seorang individu yang sulit dikomunikasikan. Dalam kondisi nyata sehari-harinya, tacit knowledge ini merupakan kemampuan yang dimiliki sesorang atau kebiasaan yang ada. Biasanya tacit knowledge ini susah dikomunikasikan dan sulit untuk diterjemahkan ke dalam bentuk yang lebih terstruktur seperti explicit knowledge. Namun , tacit knowledge dapat codificate shingga dapat dijadikan explicit knowledge. Dalam prakteknya untuk memindakan tacit knowledge ke dalam explicit knowledge adalah dengan melakukan proses training atau mendapatkan melalui pengalaman yang dimiliki seseorang.

Explicit knowledge adalah pengetahuan yang telah di artikulasikan sehingga lebih terstruktur dan dapat disimpan, serta dapat dipindahkan ke siapapun dengan mudah. Bentuk dari explicit knowledge, meliputi : manual, dokumen, dan prosedur.

Dalam esensis knowledge management diperlukan kedua hal tersebut supaya membuat KM menjadi kaya akan knowledge dan dapat di-transmit ke seorang lainnya. Hal ini berguna untuk membantu organisasi tidak kehilangan knowledge yang dimiliki seseorang ketika seorang tersebut keluar meninggalkan organisasi.

Friday, May 7, 2010

Strategi niche market = blue ocean strategy

Untuk dapat bersaing dengan kompetitor tidak selalu harus 'bertarung' secara head-to-head. Terkadang strategi niche lebih menguntungkan perusahaan. Ini terbukti dari apa yang dilakukan oleh Nintendo dalam memenangkan pangsa pasar dalam pertarungannya dengan Sony dan Microsoft. Contoh kasus ini diambil dari pertarungan nintendo wii dengan Sony PS 3 dan Microsoft Xbox 360.

Sebelum Nintendo membuat produk wii, Nintendo sempat mengalami penurunan pangsa pasar dalam berhadapan dengan Sony PS 2, belum lagi ditambah Microsoft yang berpenetrasi ke pasar game console dengan Xbox 360 versi pertamanya.Dalam segmentasi PS 2 maupun Xbox 360 lebih kepada Hard core gamer yang mana hanya kalangan tertentu saja dapat memainkannya. Namun dalam pengembangan produk selanjutnya Nintendo justru berpikir ke arah lain dengan men-segmentasi pasarnya ke kalangan keluarga, yang mana dapat dimainkan orang tua maupun anak-anak sekalipun. Maka diciptakan lah Nintendo Wii.

Berikut fakta yang ada dalam penjualan wii versus PS 3 dan Xbox 360 :

June 30, 2007 – June 30, 2008
-----------------------------
- Sales of Wii hardware increased 1.74 million, and software sales for Wii increased 24.42 million units.
- Nintendo’s net sales were up more than 20 percent, Wii was outselling its rival (PS3 and Xbox 360)
- Net income was up more than 30 %
- Nintendo’s 4 primary geographic operating segments were :
Japan = 11.1 % net sales
Americas (US & Canada) = 39.6 % net sales
Europe = 42.8 % net sales
Other countries (Korea & Australia) = 6.5% net sales

Nintendo Wii sales report

Ini membuktikan apa yang dilakukan oleh Wii adalah bermain di pasar yang unik yang belum dimasuki oleh para kompetitor, sehingga dengan leluasa Nintendo dapat menentukan margin yang diinginkannya. Berarti Nintendo telah membuka suatu peluang baru dalam bisnis yang membentuk sebuah 'lautan luas yang belum dihuni oleh siapapun' (Blue Ocean Strategy). Inilah yang menjadi sebuah peluang sangat besar untuk meningkatkan pendapatan dan meraup pangsa pasar sebesar mungkin.